Monday, August 1, 2011

Pengurusan Paspor Australia dan Indonesia



Latar Belakang Penulisan
Setelah saya mengamati dan berinteraksi dengan masyarakat Indonesia yang berada disini, salah satu ‘momok’ yang sering ‘menghantui’ mereka adalah pengurusan paspor.
Saya tertarik membuat tulisan ini karena saya mempunyai kesempatan untuk menjalani dua macam pendaftaran paspor untuk Negara Indonesia dan Australia, sekaligus membuktikan kebenaran cerita-cerita ‘miring’ tersebut.
Hasil dari ‘penelitian’ ini saya rangkum secara ringkas dan semoga dapat membantu teman-teman yang akan mengurus paspor di kemudian hari.

Pengurusan Paspor Australia
Berikut langkah-langkah yang saya tempuh dalam pengurusan paspor Australia:
1.      Search dari mbah Google dengan kata kunci berikut: application for child's passport Australia
Dari pencarian tersebut, saya dapatkan Passports - Child passports - Australian Passport Office di urutan pertama. Link yang cukup valid menurut saya.

Di situs tersebut dijelaskan dengan lengkap jalur2 yang bisa anda tempuh dalam pengurusan passport sesuai dengan kondisi anda. Saya pilih yang paling standar dalam kesempatan ini, yaitu: Complete and print a Passport Application Form

3.      Mulailah saya mengisi dan melengkapi persyaratan2 yang ada di form tersebut.
Selain melengkapi form tersebut, saya juga harus menyertakan:
ü  2 lembar foto paspor anak saya ukuran 3x4
ü  Akte kelahiran
Setelah saya selesai melengkapi, situs tersebut membuatkan dokumentasi pdf yang berisi form permohonan paspor yang telah terisi lengkap sesuai dengan data yang saya masukkan. Saya hanya perlu menandatangani form tersebut (dan tentu saja ga pake yang namanya meterai).

4.      Membuat appointment dengan pegawai kantor pos Australia.
Setelah selesai menandatangani, saya disarankan membuat appointment dengan pegawai kantor pos untuk menyerahkan form beserta kelengkapannya dan saya akan di-interview oleh petugas pos tersebut selama 15 menit!
Appointment dapat di booking secara online di website kantor pos: http://apps.nowwhere.com.au/austpost/PostOfficeLocator/default.aspx dan dapat dilakukan di SEMUA outlet kantor pos di Australia. Sensibly, saya memilih yang terdekat dengan rumah saya.

5.      Interview oleh petugas pos
Interview berjalan selama 15 menit (LIMA BELAS MENIT!) sesuai dengan waktu yang telah KITA tentukan sendiri dan waktu yang tersedia antara jam 9 pagi sampe jam 3 sore. Sebenarnya, ini bukan interview dalam artian sebenarnya, tapi hanyalah pengecekan kelengkapan.

6.      That’s it! Sekarang kita tinggal menunggu.
Proses aplikasi memakan waktu 10 hari kerja di Australia Passports Office dan selama itu, kita bisa mengecek (tracking) aplikasi kita di website mereka.
Passport akan dikirim ke rumah melalui pos setelah selesai diproses. Di hari kelima saya diberi notifikasi lewat email bahwa paspor telah selesai dibuat dan akan dikirimkan ke alamat saya. Saya diminta untuk mengecek semua data yang tercantum didalamnya dan apabila terdapat kesalahan dapat mengontak mereka.


Total waktu yang dibutuhkan: 30 menit - 1 jam untuk pengisian formulir.
Total jam kerja yang terbuang demi mengurus paspor: 15 menit! Ato bisa saja 0 menit klo interview dilakukan di waktu jam makan siang kita.
Biaya pengurusan passport: $113

Pengurusan Paspor Indonesia
1.      Kembali kita menuju ke mbah google dengan kata kunci berikut: Pengurusan paspor anak Indonesia.
Mbah Google memberikan saya hasil yang tidak relevan meskipun diantaranya terdapat tips-tips pengajuan paspor yang ditulis oleh WNI, diantaranya www.ibujempol.com

2.      Saya coba jalur lain search imigrasi Indonesia dan saya dapatkan situs yang sangat menarik: www.imigrasi.go.id dan ada layanan pembuatan paspor online nya! Wah saya sangat kagum!
Setelah dibuka situs onlinenya, ternyata saya dapatkan pesan berikut:

Safari can’t open the page “http://ipass.imigrasi.go.id:8080/xpasinet/” because the server unexpectedly dropped the connection. This sometimes occurs when the server is busy. Wait for a few minutes, and then try
again.

Atau hanya halaman kosong. Saya asumsikan mungkin halaman ini masih dalam tahap pengembangan.

Saya coba lihat persyaratan2 pembuatan paspor di Indonesia dan ternyata ada banyak sekali:
a.       Mengisi formulir permohonan paspor RI dengan benar dan lengkap (perdim 11, yang dapat diperoleh di kantor imigrasi);
b.      Melampirkan berkas asli dan fotokopi identitas diri, antara lain;
ü  Akte lahir;
ü  KTP orang Tua;
ü  Kartu Keluarga;
ü  STTB/Ijazah, atau Akte Lahir Orang Tua;
ü  Surat Kawin/Nikah Orang Tua;
ü  Foto Kopi Paspor Orang Tua yang masih berlaku;
c.       Paspor RI yang lama bagi pemohon penggantian paspor RI;
d.      Melampirkan surat pernyataan tertulis materai Rp 6000 dari Orang Tua.
e.       Pemohon melakukan pembayaran sesuai ketentuan yang berlaku (Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2007 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak di lingkungan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia RI)
Biaya? Apakah sesuai dengan ketentuan masing2 instansi ? Tidak ada jawaban pasti di website tersebut.

3.      Saya mencoba pergi ke Konsulat di Sydney karena tempatnya yang kebetulan berdekatan dengan rumah saya.
Jam Kerja KJRI: 09.15 am - 12.45 pm dan 2.15 pm - 3.30 pm (kecuali libur nasional Australia DAN Indonesia) memang terlihat SANGAT menyulitkan bagi pegawai biasa seperti saya. Untungnya saya lagi mengambil cuti Parental leave.
Setelah disana, saya mengambil nomor antrian dan menunggu hingga 1 jam sebelum akhirnya dilayani dan kemudian disuruh mengambil formulir pendaftaran (dan kembali di kemudian hari untuk melengkapi syarat2 pendaftaran).

4.      Karena saya tertarik untuk mengetahui website Konsulat, akhirnya saya kembali ke mbah google, dan menemukan website konjen: http://www.kjri-sydney.org.au/ind%20passport (bukannya .go.id yah?)
Silly me! Ternyata informasi di situs ini cukup singkat dan padat, meskipun tidak ada terjemahan Bahasa Indonesia! Disitu dijelaskan dokumen yang diperlukan untuk syarat pengurusan:
a.    Mengisi Formulir Permohonan (Perdim 14) yang tersedia di Counter Layanan Keimigrasian di KJRI Sydney  atau download form paspor
b.    Melampirkan :
ü  Paspor yang lama (apabila sudah pernah memiliki paspor).
ü  Bukti domisili yang masih berlaku (SIM, Bank Statement orang tuanya, atau Ijin Tinggal)
ü  Photo copy Akte Kelahiran, Ijazah, atau Surat Baptis (pilih salah satu. Apabila surat tersebut dikeluarkan oleh Pemerintah di luar Negara Indonesia maka wajib dilegalisasi oleh bagian Konsuler KJRI Sydney).
ü  Photo copy Akta Pernikahan orang tua (apabila surat tersebut dikeluarkan oleh Pemerintah di luar Negara Indonesia maka wajib dilegalisasi oleh bagian Konsuler KJRI Sydney).Photo copy paspor orang tua berikut dengan visa ijin tinggal yang berlaku.
ü  Pas Photo untuk paspor terbaru berwarna ukuran 3 x 4 cm sebanyak 4 lembar.Pas-foto tidak boleh memakai kacamata, harus memakai kemeja, tampak depan, kelihatan 1/4 bahu, tampak telinga. Kecuali anak bayi dibawah 1 tahun pas photo bisa tanpa kemeja.
Dijelaskan pula bahwa untuk yang di NSW (bukan cuma Sydney), harus datang sendiri ke KJRI dan buat yang diluar NSW baru bisa lewat pos. Dengan kata lain, kalau anda berdomisili di Port Macquarie atau Hunter Valley yang berjarak 6 jam dari Sydney, ‘Bad Luck’ for you!

5.      Datang ke KJRI kedua kali untuk melakukan pendaftaran
Karena disebutkan bahwa permohonan aplikasi hanya di pagi hari (9.15 – 12.45), maka saya harus mengambil cuti  dan dengan jarak tempuh + waktu yang diperlukan untuk menunggu, saya estimasi akan mengambil 2 jam lebih jam kerja saya. Diberitahukan juga bahwa saya harus mengambil di konsulat 5 hari lagi pada jam 14.00 – 15.30.

6.      Datang ke KJRI untuk kali ketiga dengan rutinitas antrian yang sama. Tapi kali ini kita tidak boleh datang di pagi hari. Padahal pagi hari jauh lebih sepi daripada antrian siang hari. Tapi ya mau gimana lagi? Setelah saya datang kesana, paspor memang sudah jadi, tapi anehnya translate-an akte kelahiran malah belum bisa diambil. Bukannya translate itu syarat untuk mengurus paspor, ya?

Total waktu yang dibutuhkan: 10 atau 15 menit untuk pengisian formulir.
Total jam kerja yang terbuang demi mengurus paspor: 1 jam perjalanan ke KJRI, 30 menit menunggu antrian, dan 10 menit di counter (per kunjungan). Jadi Kalau anda melakukan 3 / 4 kali perjalanan, jadi waktu yang terbuang tinggal dikali 3 atau 4. (Susahnya seperti menguurus Visa ke Amerika)
Biaya pengurusan passport: $40 biaya paspor, $35 biaya translate Akte Kelahiran
Kalau menurut http://ariekusumaatmaja.wordpress.com/2007/03/05/pengurusan-paspor-baru-secara-resmi/ di Indonesia, total biaya pengurusan passport di Indonesia Rp.270.000,-. Pengurusan 3 -4 kali balik.


Hal-hal Penting yang Perlu diperhatikan dalam pengurusan paspor:
1.      Pas foto. Sebisanya foto dengan background putih, baju tidak bermotif, tanpa ada bayangan. Pastikan anda mencetak fotonya di tempat yang dapat mencetak foto paspor resmi. Dengan begini saja, anda mungkin harus mengulang / fotoshop foto hasil jepretan anda beberapa kali. Tapi paling tidak mereka tahu ukuran resmi yang diperbolehkan oleh Immigration office. Harap bersabar J Apalagi jika anda mengambil foto bayi umur 1 bulan.
2.      Pengisian Formulir dan kelengkapannya. Hal ini sangat krusial dalam proses pengurusan karena apabila persyaratan tidak lengkap atau terdapat kesalahan dalam penulisan, maka waktu yang kita habiskan akan terbuang percuma.
3.      Pahami tahapan-tahapan pendaftaran. Apabila anda tidak ingin kecewa dan bolak-balik datang ke kantor imigrasi dan/atau konsulat.

Legal Purpose
Bagi anda-anda yang tertarik dan/atau menginginkan bukti otentik tentang bagan kerja diatas, saya cantumkan beberapa screenshot dibawah ini yang diambil dari website yang terkait. For the record, beberapa poin yang tertulis diatas – lebih spesifiknya bagian pengurusan paspor Indonesia, mengalami banyak perubahan sejak saya mulai menulis. Legal purpose ini ditulis tanggal 14 Juli 2011 dan informasi ini valid pada saat tulisan ini dibuat.

Website untuk Pengurusan Paspor Australia
1.      Google


2.      Australian Passport Office


3.      Australia Post


Sedangkan untuk Pengurusan Paspor Indonesia, ada perubahan semenjak saya mulai menulis artikel ini, berikut daftar website selengkapnya:
1.      Google


2.      Imigrasi


3.      Konsulat
 


 


No comments:

Post a Comment